Boyolali,  Pilihan karir individu, tidak lepas dari kepribadian yang dimiliki. Setiap orang, tidak kecuali santri  memiliki tipe kepribadian yang dominan. Tipe kepribadiannya ini dapat memperkirakan pekerjaan yang cocok, serta lingkungan kerja seperti apa yang membuatnya nyaman. Jadi, kiranya penting bagi santri, untuk perlu merencanaan karir pasca lulus dari pesantren. Demikian disampaikan Triyono, Dosen Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta saat memberi pengantar pada kegiatan Assessment kepribadian kepada Santri PPTQ Daarul Fath, Pengging Boyolali,  Selasa 23 Maret 2022.  Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Prodi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta dengan Tema,“Mengenal Kepribadian Santri Untuk Menunjang Masa Depan.” Kegiatan assessment, selain dilakukan pada santri putra, juga dilakukan pada santri putri.

Assessment kepribadian pada kegiatan ini menggunakan MBTI (The Myers-Briggs Type Indicator). Tujuan assesment adalah untuk mengetahui cara seseorang saat mengolah informasi, mengambil keputusan, atau memandang sebuah masalah yang ada. Assessment kepribadian dilakukan kurang lebih selama 30 menit. Sebelum Assessment dilakukan, santri mendapakan penjelasan tentang tata cara mengikuti test. Hasil Assessment sendiri disampaikan pada esok harinya, bersamaan dengan kegiatan pengabdian. Turut hadir pada kegiatan ini adalah dosen-dosen Psikologi Islam, yaitu Vera Imanti, M. Psi. Psokolog, Arief Eko Priyo Atmojo, M. Pd, dan Dhestina Religia Mujahidah, MA, mahasiswa Psikologi Islam, dan pengelola PPTQ Daarul Fath.

Ditulis oleh Triyono/Arief/ Vera/GIa_ PI

Leave a Comment