Foto Bersama Perserta dan Pemateri Public Speaking

Kamis, 02 Mei 2019 – keluarga mahasiswa Psikologi Islam IAIN Surakarta telah menyelenggarakan acara Public Speaking dalam rangka Milad Psikologi Islam IAIN Surakarta yang ke-2 pada pukul 13.00 WIB sampai dengan 15.30 WIB. Acara yang mengangkat tema “Mahasiswa dan Ruang Publik” ini dilaksanakan di Gedung Lab Manuskrip lt.2 IAIN Surakarta. Adapun pemateri tersebut adalah Bapak Ahmadi Fathurrahman Dardiri, M.Hum. Dosen IAIN Surakarta, dan dihadiri oleh 52 peserta yang terdiri dari delegasi setiap kelas Psikologi Islam, mahasiswa luar kampus (UMS), dan mahasiswa IAIN luar jurusan Psikologi (BKI).

 Pada acara tersebut, Ekki Primadany Purnama Aji (Mahasiswa Psikologi IAIN Surakarta) bertugas sebagai moderator. Adapun seorang Notulen dalam acara tersebut yaitu Nanik Sri Sunarni (Mahasiswa Psikologi Islam) selain itu juga ada Putri Eka Fauzi’ah (Mahasiswa Psikologi Islam Surakarta) sebagai operator, selain itu juga ada tim media cyber dan panitia lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu,  yang ikut membantu jalannya acara ini.

Kegiatan diawali dengan pengondisian peserta dan opening ceremony oleh Siti Ulfi Rohmatin begitupun dilanjutkan dengan mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Aprilia Rizqan, setelah itu dilanjutkan menyanyikan lagu indonesia raya bersama dengan dipimpin oleh Siti Nur Mauliddiyana Putri. Dan tak lupa dengan adanya sambutan-sambutan yang disampaikan diantaranya oleh Satria Daya Wilangga selaku Ketua Pelaksana MILAD Psikologi Islam ke-2 dan sambutan yang disampaikan oleh Ahmad Mujahid selaku Ketua Koordinator Psikologi Islam. Selanjutnya yaitu yang kita tunggu-tunggu atau telah masuk pada inti acara ini, yang sebelumnya ada Closing Ceremory terlebih dahulu dan setelah itu baru opening pelatihan/penyampaian materi yang dipimpin dengan moderator.

Beliau Bapak Ahmadi menyampaikan materinya dengan pengantar “Globalisasi”. Karena Globalisasi adalah salah satu pembentuk Ruang Publik. Globalisasi bukan Globalisme, tetapi globalisasi adalah hubungan berbagai belahan dunia yang menghasilkan perluasan kegiatan budaya, ekonomi, dan politik Internasional. Sifat ruang publik itu netral tidak dimiliki siapapun dan objektif (milik orang setara, milik bersama, bukan mayoritas/orang kuat). Adapun ciri-ciri ruang publik yang ideal diantara yaitu, tumbuh harapan, menjaga akal sehat, memberi manfaat, terjamin aman dari ancaman & hal-hal tak terduga, hangat dan tidak menimbulkan gaduh. Adapun batasan privat dan publik, privat itu sengaja dibatasi (dilanggar akan menjadi konflik) sedangkan publik ditujukan untuk dikonsumsi.

Masa depan ruang publik, mengapa diperlukan keterlibatan mahasiswa ? Dan apa peran , sumbangsih nyata, dan jaminan terbaiknya jika mahasiswa terlibat ? bahkan apa unsur yang menjadi pembeda dari kalangan mahasiswa dan bukan mahasiswa ?. Wajib diingat bahwasannya mahasiswa itu sebagai pihak terlama berproses dipendidikan, apalagi hingga studi doktor (S3), melalui pendidikan, mahasiswa mengaktifkan nalar dan mendialogkannya dengan realitas. Ruang Publik Perlu Dimenangkan. Iya, saat hal-hal tergadaikan oleh kepentingan. Tidak, jika inti kehidupan manusia baik-baik saja. Merebut Ruang Publik bisa dengan cara mahasiswa menulis, Vlog, aktif di medsos dll.

Yang terakhir yaitu rekomendasi, ketika membaca, mendengarkan, menyaksikan sajian dengan kualitas terbaik. Biasakan dengan analisis rumit, terutama ketika berpendapat untuk umat itu harus inklusif, tanpa merasa paling benar, apalagi memaksakan pemahaman pribadi orang lain, dan menyalahkan yang tidak sepaham. Demikian itulah rangkuman materi dari Beliau yang  saya sampaikan. Selanjutnya yaitu sesi tanya jawab atau diskusi yang diberikan peserta ke pada Bapak. Ahmadi Fathurrahman Dardiri, M.Hum.

Setelah sesi diskusi singkat, sharing antara pemateri dengan peserta melalui moderator, acara ini diakhiri dengan sesi penerimaan kenangan-kenangan kepada pemateri dan moderator. Dan tak lupa diakhiri dengan penutup yang disampaikan oleh MC kepada para peserta. (KMF/HIMAPSI)

Leave a Comment