IMG_8960

Makrab mahasiswa baru Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam & Psikologi Islam yang bertemakan “Malam Pengakraban, Reaksikan Persamaan, Hasilkan Persaudaraan.” Telah terlaksanakan pada hari Jumat-Sabtu, tanggal 14-15 September 2018. Acara makrab diselenggarakan di dua lokasi yakni di IAIN Surakarta dan Pantai Krakal Gunung Kidul Yogyakarta. Registrasi makrab bagi mahasiswa/mahasiswi dikenakan biaya. Fasilitas yang tersedia berupa makan, snack, sertifikat, stiker, teman baru dan ilmu yang bermanfaat.

Sukoharjo, 14 September 2018. Makrab dan Pengenalan Jurusan Psikologi Islam IAIN Surakarta yang berlokasi di Lapangan Futsal, pukul 16.00 WIB, yang dihadiri oleh Dr. H. Moh. Abdul Kholiq Hasan, M.A., M. Ed. Beliau merupakan Kepala Jurusan Psikologi Islam (Kajur PI). HMJ BKI IAIN Surakarta bersama Panitia Psikologi Islam menjadi pihak penyelenggara acara yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan makrab. Semangat dan antusias yang terpancarkan dari dalam jiwa mahasiswa baru psikologi islam. Bukti nyata bahwa acara berjalan dengan lancar dan keberhasilan makrab sudah dimulai.

Acara yang dibawakan oleh Sarifatun Nur Isnaini dan Nur Ahmad Asnawi. Sukses membuat ratusan mahasiswa baru terpanah dengan aksinya yang energik dan humor. Kemudian, acara pembukaan bersama Ahmad Mujahid, Fajar Wisnu Bahari, dan Mohammad Hamzah Sidik, mempraktikkan yel-yel psikologi islam yang dinamai PBB (Profesional, Berkarakter, Berbakti). PBB bertujuan untuk membangun semangat mahasiswa psikologi islam dalam mengawali perkuliahan di kelas. Pembacaan Nawa Prasetya oleh Aditya Purta. Lalu, sambutan yang disampaikan oleh Muhammad Ariyanto Setyawan sebagai Ketua Panitia Psikologi Islam.

Kajur PI, Pak Hasan membahas tentang Pengenalan Jurusan Psikologi Islam adalah sesi inti acara. Beliau mengatakan bahwa kata kunci alasan mengapa membuka prodi psikologi islam yakni mengembangkan, mengekplorasi, dan mengikutkan informasi. Kita semua sudah tahu di IAIN Surakarta ada prodi BKI sebagai konselor dan Tasawuf sebagai terapis. Akan tetapi, pada tahun 2014 ada kegelisahaan akademis dalam mengembangkan keilmuan di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah.

Pada 2011, tercatat 102 dari 1000 penduduk di salah satu pondok pesantren penghafal Al-Qur’an di Jawa Tengah mengalami depresi. Kehadiran psikologi islam sangat diperlukan dan dibutuhkan dalam pendekatan humanistik. Bukan hanya secara teknis agama mengenai shalat, zakat, sedekah dan lain sebagainya. Tapi harus diperkuat dengan pemahaman yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits tentang kejiwaan.
Psikologi Islam merupakan cabang ilmu yang memadukan dan mengintegrasikan nilai-nilai peradaban islam dengan kemutahiran keilmuan barat. Bukan anti terhadap keilmuan barat, akan tetapi lebih kritis dalam mensosialisasikan pemahaman psikologi yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadits. Pernyataan tersebut merupakan Misi Prodi Psikologi Islam.

Tiga pilar yang menjadi Visi, yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian. Tujuan Prodi Psikologi Islam untuk mewujudkan individu yang menguasai ilmu psikologi yang berwawasan islami.
Ilmuwan Psikologi dan Psikolog mampu menghayati dan melaksanakan kode etik keilmuwan, penelitian dan profesi dalam bidang psikologi islam. Prospek kerja jurusan psikologi sesuai dengan ruang lingkupnya. Misalnya Pengajar/Dosen (Pendidikan), Psikolog yang bermitra dengan Dokter (Klinis), Manager HRD (Industri/Organisasi) dan seorang Peneliti yang membahas dinamika linkungan (Sosial).
Menurut Aditya Putra, salah seorang mahasiswa psikologi islam kelas 1B. “Ilmu yang didapat selama makrab berlangsung dari segi sosial, kekeluargaan dan hubungan satu sama lain. Pesan dari Pak Hasan adalah kebersamaan. Harus digandeng, dirangkul, dan tidak boleh meninggalkan saudara untuk menjadi yang terdepan. Karena bentuk pengkhianatan. Saya merasa beruntung bisa tergabung dalam keluarga psikologi islam IAIN Surakarta.” Kata Aditya saat ditemui di Lapangan Futsal,
Acara yang ditutup dengan penampilan Akustik PI. Lagu yang dinyanyikan oleh Aditya Nur Annafi dan Ricky Abdul Qoiri sebagai vokalis. Muhammad Nobra Bawariz dan Muhammad Aji Baskoro sebagai gitaris. Mohammad Hamzah Sidik sebagai pemain kajon. Makrab dimeriahkan dengan pemberian hadiah kepada mahasiswa baru yang berhasil memenangkan kuis. Piagam kenang-kenangan yang diberikan kepada Pak Hasan sebagai pengisi acara diserahkan oleh Ahmad Mujahid. Tidak lupa makan bersama dan sesi foto bareng mahasiswa baru dan panitia penyelenggara menutup perjumpaan kita kemarin.
Surakarta, 15 September 2018.

Ditulis oleh Eri Purwandari.

Leave a Comment